Disclaimer: ini versi saya.
…
Ada dua hal penting yang dibutuhkan sekelompok manusia, atau sebut saja ‘masyarakat’ dalam kehidupannya sehari-hari. Kurang lebih postulat ini yang disampaikan oleh Tom Friedman dalam bukunya yang berjudul Lexus and Olive Tree. Tentunya lexus dan olive tree yang bersangkutan tidak dimaksudkan secara harfiah, melainkan hanya sebagai analogi (yang cukup cerdas, kalau boleh saya tambahkan).
Lexus diandaikan sebagai sebuah pencapaian, sebuah hasil karya dari suatu masyarakat. Sebuah tolok ukur dari kemajuan peradaban yang telah dicapai oleh masyarakat yang bersangkutan. Berbagai macam penemuan-penemuan, inovasi, bidah, dan apapun itu namanya yang melambangkan kemajuan diandaikan sebagai sebuah lexus. Tentunya, yang namanya masyarakat paling tidak punya sebuah produk sebagai hasil usaha mereka, yang mana pada akhirnya produk tersebut akan menjadi sebuah kebanggaan dan perpanjangan dari identitas masyarakat tersebut.
Di sisi lain, berbagai macam pencapaian tersebut tidak akan ada artinya tanpa sebuah olive tree. Bukan secara harfiah, tentu saja, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Olive tree yang dimaksud di sini adalah sebuah akar, sebuah fondasi paling penting yang mendasari terbentuknya suatu masyarakat. Sebuah identitas inti yang mencirikan masyarakat tersebut. Sebuah ‘tempat’ di mana para anggota masyarakat merasa diri mereka adalah bagian darinya, sesuatu yang memiliki identitas, yang menegaskan ‘siapa saya’ dan dari mana saya berasal’. Asal-usul nenek moyang, adat istiadat, tata kelakuan, norma, hingga tempat tinggal merupakan hal-hal yang berada pada cakupan olive tree yang luar biasa ini.
Tak perlulah kita bahas masalah lexus di sini. Toh itu bukan topik yang menarik bagi saya pribadi
.
kita bahas yang satunya lagi saja>>>