
a black goat. a very black goat. a scapegoat
Salah satu cara untuk menjadi sukses adalah mengetahui dengan pasti siapa yang harus disalahkan
Sebenarnya saya sedang tidak dalam proses untuk menjadi sukses. Hanya sedang dalam keadaan ingin menyalahkan saja, mengingat keadaan sekarang ini yang bisa dibilang sedang agak kacau. Mulai dari krisis timur tengah yang tidak berujung hingga perubahan jam masuk sekolah serta berbagai macam masalah lainnya dari skala global hingga masalah pribadi. Dan sebagai seorang penganut butterfly effect theory, saya tentunya punya andil terhadap segala hal yang terjadi di dunia ini, tidak terkecuali semua kekacauan itu. Persetan dengan besarnya kontribusi, pokoknya saya punya andil.
Tapi karena butterfly effect laknat itu melibatkan banyak pihak, jadinya saya tidak mau disalahkan atas kontribusi saya tersebut. Bukan kesalahan saya lebih dari 300 orang Palestina meninggal. Bukan kesalahan saya juga para pelajar harus bangun jauh lebih pagi. Jadinya harus ada yang dikambing hitamkan, semata hanya agar tahu siapa yang paling bertanggung jawab atas keadaan ini. Permasalahannya, siapa yang harus dikambing hitamkan?
Bagaimana kalau menyalahkan modernisasi? …tidak. terlalu abstrak.
Ideologi? …boleh juga. Tapi masih abstrak
Agama? …cih. Saya lebih memilih ideologi.
Oke. Bagaimana kalau.. Tuhan?
Terlalu berbahaya. Penggemarnya terlalu banyak, apalagi yang hooligan. Lagipula orang ateis dan agnostik tidak akan suka.
…
Jadi ternyata keputusan perihal siapa yang harus disalahkan ini belum bisa diambil sekarang ini. Ternyata masalah meng-kambinghitamkan ini tidak semudah kelihatannya, masih ada sederet konsekuensi lagi yang mau tidak mau harus dijalani. Tapi kalau tidak mempertimbangkan hati nurani dan etika, sih, sebenarnya deretan konsekuensi itu bisa kita abaikan. Bah, tapi nantinya akan ada sederet konsekuensi celaka lainnya yang akan menyusul, baik dipedulikan atau tidak.
Sial. Jatuhnya ke butterfly effect keparat itu lagi.

tau ah..pusing
bener-bener blog yang (sering) memusingkan..
hehe
Nyari objek untuk disalahkan itu ngga penting, Fan.
itu kalau anda tidak melihat dari sudut pandang saya
Just blame the damn goat will ya
I blame you for asking me to blame that damn goat