Ya,ya, kedua entri terakhir di cring ini bisa dibilang sebagai sesuatu yang tidak penting dibuat dengan effort yang tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, saya mau berpikir sedikit lebih banyak dan lebih lama pada entri kali ini. Sekalian pemanasan menjelang tidur. Oleh karena itu, entri kali ini otomatis akan lebih panjang dan lebih banyak hurufnya, yang terbagi menjadi beberapa bagian yang paralel, yang mana semua bagian tersebut sama sekali bukan merupakan sebuah tulisan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dari sisi empiris dan teoritis. Sangat subjektif
. Singkat saja, silakan dibaca
.
.
Prolog & Inteligensi
Jadi sebenarnya kenapa spesies kita masih hidup di dunia sementara spesies lain seperti burung dodo, harimau bali dan mammoth sudah punah? Jawabnya mudah saja: karena kita punya kelebihan dibanding para spesies malang itu. Kelebihan yang paling mudah dilihat adalah, kita lebih baik dalam bertahan hidup. Kalau ditilik dari segi teoritis, sih, manusia (spesies kita) mampu melewati tahapan seleksi alam, survival of the fittest. Manusia memang bukan makhluk yang terkuat (secara rasio, semut jauh lebih kuat dibandingkan manusia), tapi merupakan spesies nomor satu dalam hal penyesuaian diri terhadap lingkungan. Malahan prosesnya bisa dibalik: manusia mampu menyesuaikan lingkungan dengan dirinya.
Masalah yang muncul ketika manusia membuat lingkungan tersebut sesuai dengan dirinya, salah satunya adalah terkadang proses penyesuaian tersebut mengorbankan spesies lain. Dan (mungkin) ada kalanya spesies lain yang dikorbankan tersebut, karena tidak memiliki kemampuan menyesuaikan diri sebaik manusia, cepat atau lambat menjadi langka dan pada akhirnya punah sama sekali.
Perlu diketahui bahwasanya proses penyesuaian diri dengan lingkungan bukanlah merupakan sebuah proses yang mudah. Adaptasi tersebut bisa memakan waktu sebentar, bertahun-tahun, bahkan melampaui generasi (baca: evolusi). Secara umum tidak semua spesies yang ada mampu melakukan adaptasi tersebut, karena yang namanya seleksi alam adalah seberat-beratnya seleksi yang hanya memiliki dua pilihan: berubah atau mati. Dan, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada kalanya proses perubahan itu bersinggungan dengan spesies lain. Apabila hal tersebut sampai terjadi dalam kasus seleksi ini, alam bukan bertindak kejam, hanya tidak peduli.



