Tentang Mengurus Negara

Akui saja, beberapa negara -tidak mengecualikan negara kita tercinta ini- belumlah berada dalam kemakmuran dan kesejahteraan, betul?

Dari pernyataan di atas, setidaknya ada beberapa alasan yang bisa mendasari mandeknya perjalanan negara yang bersangkutan menuju kemakmuran. Salah satunya soal para pemimpin negara yang bersangkutan. Bukan apa-apa, menurut sebagian orang, nampaknya mereka-mereka yang diberi kesempatan untuk memimpin negara ini -dan juga beberapa negara lain yang senasib dengan kita- dianggap kurang cakap, atau kurang tahu bagaimana memimpin dan mengatur sebuah negara. Alhasil, seperti yang Anda-anda semua ketahui dengan baik, negaranya berantakan.

Lantas, memangnya siapa yang benar-benar mengerti bagaimana cara memimpin dan mengatur negara? Kalau sebut nama, sih, susah. Selain jarang (malah mungkin hampir tidak ada), takutnya saya akan dianggap kampanye terselubung.

Lucunya, ada pendapat yang menyatakan bahwasanya mereka yang tahu cara mengurus negara itu terlalu sibuk untuk menyupir taksi dan mencukur rambut. Dengan kata lain, para supir taksi dan kapster-kapster salon itu merupakan orang-orang yang tahu bagaimana caranya mengatur sebuah negara, betul? Alasannya pun cukup sederhana, selagi melakukan tugas dan berinteraksi dengan pelanggan, mereka selalu mengutarakan pandangannya tentang situasi dan kondisi politik negara, bahkan tidak jarang mengemukakan saran-saran yang (mungkin) solutif.

orang ini mungkin lebih ahli daripada presiden. Tidak hanya dalam memotong rambut, tapi mungkin juga dalam mengurus negara

orang ini mungkin lebih ahli daripada presiden. Tidak hanya dalam memotong rambut, tapi mungkin juga dalam mengurus negara

Yah, itu sih pendapat zaman dulu. Sekarang, mereka-mereka yang tahu bagaimana caranya mengatur negara tidak hanya berada di balik kemudi taksi ataupun sedang memegang gunting rambut dan sisir, tapi juga mereka yang sibuk dengan situs jejaring sosial facebook, twitter, plurk, ataupun para blogger (ehm!), ataupun situs politik 2.0 politikana. Alasannya juga tetap sama, melalui interaksi dengan orang lain, berbagi pemikiran, berdebat, dan saling memberikan solusi. Tipikal obrolan rakyat akar rumput yang berbicara tentang topik berskala besar.

Intinya, mereka yang tahu caranya memimpin dan mengatur negara dengan baik dan benar ada banyak, dan tersebar dimana-mana. Di dalam taksi, di dalam salon, di dunia maya, di warung kopi, dimana-mana.

Kecuali mungkin di gedung parlemen, kantor departemen atau kantor kepresidenan.

Hanya bercanda. Ha ha ha.

2 Tanggapan ke “Tentang Mengurus Negara”


  1. 1 Elisa Juni 29, 2009 pukul 9:13 pm

    You do have good sense of humor. Coba tulisan ini disunting lagi biar redaksionalnya makin oke, lalu dipublikasi ke surat kabar, Fan. Aku sungguh berharap tulisan ini dibaca banyak orang. Serius.

  2. 2 Zulfan Juli 1, 2009 pukul 2:39 pm

    at good sense of humor: thank you very much

    bagian usul publikasi: tidak perlu. Saya terlalu malas. Lagipula saya kurang suka publikasi opini pribadi dalam hal politik di media massa. Kalo di blog, lain ceritanya


Tinggalkan Balasan




Too much description will make this page useless. So, I would like to say thanks to all of you-visitor(s) for dropping by here. Just relax and take your time.



Add to Technorati Favorites

Status

Hiatus. Entah sampai kapan

anno domini

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

the hidayah center

Sesat? Tenang. Jangan lari. Gunakan fasilitas ini

Pennant


OnePlusYou Quizzes and Widgets

dipilih

level

  • 3,105 óra

arsip nasional