Seperti yang sudah pernah dinyatakan di entri yang ini (kunjungi entrinya nanti saja, baca yang ini dulu
),
there is nothing new under the sun
…dan belakangan, saya baru tahu ternyata frasa itu berasal dari alkitab. Whew.
Intinya, segala sesuatu yang ada di sekitar kita ini, mulai dari produk hingga tatanan sosial, merupakan pengulangan dari apa-apa yang sudah ada di masa lalu. Kalaupun ada bedanya, paling-paling hanya sebatas modifikasi nama, ataupun tambahan dari aspek-aspek lawas lainnya.
Yang hebat (dan mungkin justru bikin kesal) itu adalah brandingnya. Kemasan produk itu sedikit banyak (dan lebih cenderung ke arah ‘banyak’) mempengaruhi calon konsumen, apalagi dengan embel-embel ‘baru’, ‘inovatif’, dan lain sebagainya. Padahal isinya tidak jauh berbeda. Ujung-ujungnya ‘kan bisa jadi menjurus ke arah pembodohan yang direstui. Tapi apa lacur, toh konsumen yang terhormat juga mengonsumsi produk ‘inovatif’ itu secara sadar.
Sama halnya dengan entri kali ini. Tidak bisa dibilang baru, mungkin nun jauh di sana sudah ada yang mempublikasikan entri serupa di cring pribadinya, atau sudah ada entri yang mirip-mirip dengan yang satu ini di tempat lain. Dari hemat saya sendiri, entri ini sama saja dengan entri yang sudah pernah saya publikasikan sebelumnya. Itu ada tautannya di atas sana, tengok saja sekarang kalau berkenan
. Kalaupun ada bedanya, ya berbagai contoh dan penekanan yang bervariasi dibanding entri sebelumnya itu.
Melihat contoh di atas, pertanyaan yang muncul adalah: kalau ini entri baru, baru di mananya? Patokan kita dalam menyebut sesuatu sebagai baru itu kan relatif, bahkan berada pada jenjang yang amat panjang. Bisa benar-benar baru, sebagian baru, dan baru-baru yang lainnya. Kalaupun aspek baru dari suatu hal hanya 10% dan sisanya merupakan barang lama, lantas apakah masih bisa dibilang baru?
Seharusnya sih jawabannya adalah ‘ya’. Alasannya, meski 90% merupakan barang lama, toh kombinasi ini belum pernah ada sebelumnya. Belum pernah ada, yang persis sama dengan benda sial yang satu ini, pada produk-produk sebelumnya. Berarti? Baru, tentu saja. Sesederhana itu.
Baiklah, daripada mencak-mencak di sini, sebaiknya saya beri contoh sederhana. Coba lihat plot Harry Potter yang dimodifikasi dari plot Star Wars di sini [link].
.
.
So Rowling has an incredible inspiration after all.




0 Tanggapan ke “Blog dan Entri Baru”