Lxs Nd Olive 3

Disclaimer: ini versi saya.

Ada dua hal penting yang dibutuhkan sekelompok manusia, atau sebut saja ‘masyarakat’ dalam kehidupannya sehari-hari. Kurang lebih postulat ini yang disampaikan oleh Tom Friedman dalam bukunya yang berjudul Lexus and Olive Tree. Tentunya lexus dan olive tree yang bersangkutan tidak dimaksudkan secara harfiah, melainkan hanya sebagai analogi (yang cukup cerdas, kalau boleh saya tambahkan).

Lexus diandaikan sebagai sebuah pencapaian, sebuah hasil karya dari suatu masyarakat. Sebuah tolok ukur dari kemajuan peradaban yang telah dicapai oleh masyarakat yang bersangkutan. Berbagai macam penemuan-penemuan, inovasi, bidah, dan apapun itu namanya yang melambangkan kemajuan diandaikan sebagai sebuah lexus. Tentunya, yang namanya masyarakat paling tidak punya sebuah produk sebagai hasil usaha mereka, yang mana pada akhirnya produk tersebut akan menjadi sebuah kebanggaan dan perpanjangan dari identitas masyarakat tersebut.

Di sisi lain, berbagai macam pencapaian tersebut tidak akan ada artinya tanpa sebuah olive tree. Bukan secara harfiah, tentu saja, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Olive tree yang dimaksud di sini adalah sebuah akar, sebuah fondasi paling penting yang mendasari terbentuknya suatu masyarakat. Sebuah identitas inti yang mencirikan masyarakat tersebut. Sebuah ‘tempat’ di mana para anggota masyarakat merasa diri mereka adalah bagian darinya, sesuatu yang memiliki identitas, yang menegaskan ‘siapa saya’ dan dari mana saya berasal’. Asal-usul nenek moyang, adat istiadat, tata kelakuan, norma, hingga tempat tinggal merupakan hal-hal yang berada pada cakupan olive tree yang luar biasa ini.

Tak perlulah kita bahas masalah lexus di sini. Toh itu bukan topik yang menarik bagi saya pribadi :) .

Sebaliknya dengan olive tree ini. Sedikit-banyak, saya bisa dibilang lumayan setuju dengan pendapat ini. Maksudnya, untuk apa saya susah-payah menciptakan berbagai macam hal yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama kalau saya sendiri tidak memiliki sebuah identitas yang jelas? Analogi sederhananya, sih, untuk apa saya beterbangan kesana-kemari tanpa memiliki tempat berpijak yang disebut sebagai rumah?

Tak  pelak lagi, isu mengenai olive tree merupakan hal yang sensitif. Tidak percaya? Silakan saja Anda tengok apa yang terjadi di Timur Tengah sana. Saya berbicara tentang konflik Israel-Palestina di sini. Mereka tidak ambil pusing terhadap lexus. Alih-alih begitu, kedua bangsa yang hebat ini memperebutkan olive tree, berupa tempat yang disebut sebagai ‘tanah perjanjian’ [CMIIW]. Sekedar informasi saja, konflik tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Semua itu demi mencapai sebuah olive tree, identitas utama, akar dari suatu masyarakat.

Tak hanya dari segi masyarakat, olive tree juga bisa berlangsung dalam lingkup yang jauh lebih kecil, yaitu diri kita sendiri (ini versi saya pribadi). Dengan kata lain, terlepas dari pengaruh masyarakat, tentunya sebagian besar dari kita cukup beruntung untuk mengetahui dari manakah kita berasal. Dan dengan diversitas individu yang sangat besar, maka latar belakang pribadi masing-masing pun merupakan hal yang berbeda-beda. Terlepas dari seberapa menyenangkan ataupun pedihnya latar belakang tersebut, setelah beranjak dewasa dan (mungkin) menjalani hidup yang jauh berbeda dengan apa yang kita alami dahulu kala, tentunya kita selalu ingat dari manakah kita berasal.

Begini saja, asumsikan Anda lahir di keluarga kelas pekerja dengan status sosial ekonomi yang terbilang rendah, dan tinggal di lingkungan urban dengan tetangga dan kerabat yang memiliki kondisi serupa. Kemudian Anda, entah bagaimana caranya, berhasil meningkatkan status sosial ekonomi sehingga mengalami apa yang disebut sebagai mobilitas vertikal dalam strata sosial masyarakat. Anda telah menjadi orang yang ‘hebat’ dengan status sosial cukup tinggi dan dipandang sebagai orang ‘penting’ oleh warga sekitar. Apakah lantas Anda akan melupakan bagaimana rasanya hidup sebelum Anda menjadi seperti sekarang? Apabila Anda menjawab tidak –dan terpujilah bila demikian adanya jawaban Anda-, maka kurang lebih seperti itulah gambaran olive tree (versi saya, tentunya).

Namun apabila jawaban Anda adalah ya, maka Anda telah melakukan penyangkalan, atau mengalami amnesia :mrgreen: .

Beberapa contoh kasus mengenai olive tree (versi saya), adalah ketika saya menonton acara televisi MTV Cribs, yang pada episode tersebut, rumah yang disambangi adalah milik seorang pemain basket terkenal (sayangnya saya lupa namanya). Selayaknya rumah-rumah yang direview di acara tersebut, rumah si pemain basket ini tentunya sangat besar, dengan berbagai macam fasilitas dan kemewahan termasuk di dalamnya. Akan tetapi, hal yang menarik adalah, di depan pintu utama rumah tersebut, si pemain basket itu memasang foto rumahnya ketika dia masih kecil. Rumah tersebut kumuh, jelek, bahkan terkesan hampir runtuh. Dia beralasan, foto tersebut sengaja dipasang untuk mengingatkan dirinya tentang dari mana dia berasal. Pendapat (sok pintar) saya, sih, mungkin justru foto itulah yang membuat dirinya merasa nyaman di rumah super-mewahnya sekarang :mrgreen: .

Dan sampai sini saya jadi berpikir, mungkin apa-apa yang sekarang disebut sebagai corporate social responsibility (dalam lingkup tertentu) merupakan salah satu turunan dari olive tree? Entahlah. Atau mungkin, kasus hip-hop mogul Ludacris yang bagi-bagi mobil itu juga merupakan salah satu turunan –atau bahkan implementasi- dari olive tree?

Baik, saya akan mengakhiri tulisan ini sampai di sini. Silakan Anda memikirkan perihal gagasan-gagasan yang tercantum di tulisan ini. Itu pun kalau Anda berkenan. Kalau tidak, ya, semoga saya tidak membuang-buang waktu Anda. Terima kasih banyak

Ps. Judul sengaja dibuat sebagaimana demikian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan :twisted:

2 Tanggapan ke “Lxs Nd Olive 3”


  1. 1 tegar September 10, 2009 pukul 8:51 pm

    mungkin itu sebabnya bangsa arab mewanti-wanti tentang masalah nasab..
    hm.. hm..

  2. 2 Zulfan September 10, 2009 pukul 9:45 pm

    oh ya? untuk alasan yang sama?


Tinggalkan Balasan




Too much description will make this page useless. So, I would like to say thanks to all of you-visitor(s) for dropping by here. Just relax and take your time.



Add to Technorati Favorites

Status

Hiatus. Entah sampai kapan

anno domini

September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

the hidayah center

Sesat? Tenang. Jangan lari. Gunakan fasilitas ini

Pennant


OnePlusYou Quizzes and Widgets

dipilih

level

  • 3,365 óra

arsip nasional