Pikiran kita ini, para pembaca yang budiman, bisa dianalogikan seperti sebuah lemari. Alasannya sederhana, sesederhana lemari yang pada umumnya saya, Anda, dan sebagian besar orang pergunakan untuk menyimpan berbagai macam barang. Dan kalau Anda memperlakukan lemari seperti halnya saya, kemungkinan besar Anda juga tidak akan tahu hal-hal apa saja yang ada di dalamnya. Sehingga bagi saya pribadi, memeriksa isi lemari adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan.
Analogi yang disebutkan di bagian akhir tadi membawa kita ke pendapat kedua, yang dikemukakan oleh seorang kakek tua dengan masa lalu yang kelam, yang (kurang-lebih) menyatakan bahwa otak beliau terkadang mengejutkannya dengan ide-ide yang tidak terduga. Sebuah pendapat yang sebenarnya tidak bisa dibilang salah, karena setidaknya saya juga mengalami apa yang beliau katakan. Yang namanya ide, pemikiran, gagasan, atau apalah itu namanya datang dan (terkadang) pergi. Tapi karena pengaturan lemari saya yang sangat luar biasa itu, ya sebagian ide tidak sempat diolah secara baik, bahkan terkadang tidak sempat disensasi dengan baik. Ide-ide yang disebut belakangan biasanya hanya ditangkap oleh alam bawah sadar hingga pada saatnya witchcraft happened ada satu dan lain hal yang menjadi pemicu sehingga akhirnya muncul (kembali).
Begitulah, maka kali ini saya hendak mempublikasikan beberapa hal yang sempat muncul di kepala saya. Hal-hal ini, apabila sedikit diolah, sebenarnya bisa menjadi entri sendiri-sendiri yang sangat berguna bagi kelangsungan cring ini. Namun mengingat sifat yang tidak dominan namun sering muncul pada diri saya sedang terjadi, maka kesemuanya dirangkum dalam satu entri ini. Silakan disimak kalau berkenan
* * *
Tentang gaya menulis
“Saya ini seumur hidup dicap sebagai biang kerok yang tidak tahu apa-apa”. Kata-kata itu bukan karangan saya sendiri, tentu saja. Melainkan dari salah seorang tokoh intelektual yang saya kagumi, yang gaya menulisnya saya tiru nyaris habis-habisan. Biografi beliau juga saya jadikan rujukan utama untuk analisis kepribadian zaman kuliah dulu. Selain beliau, beberapa orang yang saya tiru gaya menulisnya antara lain senior-senior saya di kampus (sempat saya sebut-sebut juga di cring ini, silakan Anda cari kalau berkenan) yang pada kenyataannya tidak cukup aktif dalam dunia pengecringan, tapi punya gaya yang khas.
Terkait dengan tiru-meniru ini, seorang filsuf eksistensialis yang setengah gila pernah berkata bahwa dia mengasihani para penulis yang daya ingatnya kuat, karena mereka tidak berdaya untuk mengembangkan gaya sendiri sehingga tulisan mereka hanya bisa meniru gaya orang lain. Apa lacur, daya ingat saya lumayan kuat. Tapi saya tidak mentah-mentah meniru gaya tulisan orang lain. Saya melakukan elaborasi
.
Pain In The Ass
Saya sempat berpikiran kalau istilah ini cocok untuk menggambarkan penyakit ambeien atau wasir, tapi ternyata tidak. Atau… payne in the ass?
cat: baca bukunya untuk tahu apa arti istilah payne in the ass.
.
Katimumul
Pertama kali baca di salah satu novel Hercule Poirot karangan Agatha Christie. Bukan katimumulnya yang difokuskan, tapi pada pisaunya. Pisau katimumul, yang (herannya) bukan merupakan senjata pembunuhan di cerita tersebut. Kosakata bahasa Indonesia yang terbatas menjadi halangan untuk menghayati isi cerita.
Yang saya maksud ya katimumul sialan itu. Apa lagi memangnya?
.
Membuang-buang waktu di dunia maya
… dengan membuka situs dontclick.it, icanhascheezburger.com, failblog.org, serta beberapa situs lainnya yang menyenangkan untuk dilihat, dan sangat inspiratif bagi mereka yang jeli
. Sungguh, interweb itu memang sesuatu yang sangat labil dan berbahaya.
.
Salah satu situs jejaring sosial
[1] Sebagian penggunanya tidak menggunakan nama asli, sebagian tidak menggunakan foto asli (kasus saya pribadi), sebagian tidak menggunakan nama maupun foto asli (bodoh). Sebagian hanya menggunakannya untuk memainkan aplikasi-aplikasi macam poker, mafia, farm dan kuis-kuis tidak reliabel (keterlaluan).
[2] cara untuk menjaring penggemar melalui update status adalah dengan menulis hal-hal berbau motivasi atau semangat. Apabila ingin penggemarnya homogen, kutiplah ayat kitab suci Anda.
[3] .. tidak perlu. 2 saja sudah cukup.
.
Dulu merupakan 5 orang pahlawan pembela kebenaran berkostum warna-warni yang punya OST yang keren. Kemudian bermetamorfosis menjadi kacamata besar yang sangat berguna untuk diving, terjun payung, naik motor dan semacamnya. Sekarang? Jadi tuhan di dunia maya.
God’s in His heaven. All is right with the world. Ya…? Ya…?
.
Malas
Maladaptive Attitude Learned by Actively S…. Ah, terlalu malas untuk melengkapi kalimat itu. Malas juga bisa menjadi hal yang jauh lebih hebat lagi apabila dipadukan dengan prokrastinasi, apalagi kalau pekerjaan yang ditunda merupakan hal yang sangat penting dan mendesak.
Penutup
Sebagian besar ide-ide berasal dari pengalaman dan hasil observasi pribadi.
Google memang hebat, namun saya tidak sebegitu tertariknya sampai harus menjadikan sebuah situs sebagai sesuatu yang saya sembah.
– - – - – Saya-sudah-tahu-katimumul-itu-apa!!! Coba tebak tahunya lewat mana?
Bukankah semua filsuf eksistensialis memang setengah gila?
* * *
Sebenarnya masih banyak lagi. Tapi apa lacur, sifat tidak dominan yang sudah disebutkan di awal tadi ditambah argo billing warnet yang bisa jadi motif pembunuhan ini mencegah saya menulis lebih banyak. Dan setelah membaca ulang lagi, saya kok jadinya merasa agak miris. Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan entri sendiri, tapi apa lacurlah. Nasi sudah menjadi bubur. Toh nanti saya bakal mikir lagi dan (syukur-syukur) publish entri baru lagi kalau ingat. Update entri? Apa itu???
Alamak.




suka..suka…
ah..suka banget deh dengan gaya penulisan zulfan
owh..jadi itu ya yang menyebabkan dirimu tanya katimumul tempo hari? ko aku ga pernah baca ya? mungkin tidak sebanyak dirimu baca agatha christie
gaya menulis kita memang sangat dipengaruhi dengan dari apa yang kita baca *teringat elisa* :p
Wew! Hebat, deh.
Suka. Suka. Suka. Suka!!
Hehehehe…