Sebagaimana yang sudah Anda sekalian, para pembaca yang budiman- ketahui: Blog ini sudah lama tidak di-update. Tentunya, ada alasan diballik lamanya jeda waktu antara entri terakhir dengan entri ini. Alasan tersebut sederhana, and mind you, baru saja saya temukan hari ini.
Anyhoo, Lemony Snicket, orang dibalik A Series of Unfortunate Event (yang -ironisnya- pernah beberapa kali saya alami), pernah menulis seperti ini:
Mari kita persulit (sekaligus menutup tulisan ini) lagi: mutiara yang dikelilingi lumpur tetaplah mutiara, dia akan memancarkan aura yang berbeda dibanding segala keburukan yang mengelilinginya. Begitu pula sampah -sebaik apapun ditutupi, secantik apapun tempatnya, isinya tetap saja sampah.
Kalau mau dianalogikan, sebuah tulisan yang bermutu, meskipun dipublikasikan di media sederhana dengan template seadanya- tetap saja memiliki nilai lebih. Begitu pula tulisan sampah, sebagus apapun medianya, secantik apapun desain blognya *ehm8, kalau sampah ya tetap sampah.
Intinya, saya malas nulis, itu satu poin. Diperkuat lagi oleh pemikiran “saya tidak ingin menghasilkan tulisan sampah”. Setidaknya sampah bagi diri sendiri.
Yah, begitulah. Sekian dan terima kasih.
Cheerio.





0 Tanggapan ke “Tentang Mutiara dan Sampah…”