Untuk awalan, lihat gambar di bawah ini:
Kemudian, mari kita review sedikit tentang konsep kontinum dan polarisasi. Kontinum, gampangnya mungkin kalau kita taruh sebuah bola di atas papan titian, maka bola malang itu akan bergulir ke manapun papannya miring -tergantung sikon lah. Beda dengan polarisasi, yang mana prinsip dasarnya adalah dua kutub berlawanan yang saling menegasikan: kalau sudah A, ya tidak boleh B, tidak mungkin jadi B. Saklek.
Nah, selanjutnya mari kita menengok kembali sedikit cerita dari bangku kuliah saya, di mana saya mendapat khabar kalau ternyata kepribadian itu berjalannya tidak sama dengan polarisasi, tapi mengikuti filosofi kontinum. Dengan kata lain, tergantung sikon, mau itu dari dalam maupun luar diri si empunya, kepribadian itu bisa berubah-ubah.
Dengan kata lain lagi, kalau bisa berubah-ubah, berarti fleksibel. Tidak menetap. Tidak saklek.
Dengan kata lain lagi, berarti ada banyak dimensi dalam diri kita yang mewakili macam-macam aspek dari kontinum itu. Ya kan ya kan? Bingung?
Contoh sederhananya ya mungkin dua kategorisasi sifat paling dasar: baik dan jahat. Good and evil. Angel and demon. Persis kayak patung yang gambarnya ada di atas sana. Di satu sisi, malaikat. Di sisi lain, iblis.
Sederhana, kan? Dalam satu wadah, ada setidaknya dua sifat yang saling bertolak belakang. Keduanya tidak bersifat permanen, munculnya pun bisa bergantian. Tergantung sikon. Terkadang malaikatnya keluar, terkadang iblisnya yang keluar.
Malaikat dan iblis tidak hanya sebatas muncul patung itu, hampir semua orang di dunia juga bisa seperti itu. Begitu pula Anda. Saya apalagi, kadang -kadang bisa sebaik malaikat, tapi bisa lebih jahat dari iblis juga.
Dan omong-omong, wallpaper ponsel saya sekarang ya gambar ini. Persis di sisi si iblisnya. Mungkin karena itu perilaku saya agak kurang ajar ya akhir-akhir ini?
Yah, sudahlah…





0 Tanggapan ke “Bola (malang) yang Bergulir…”